Merawat Hulu, Menjaga Hilir mengajak pembaca menyelami perjalanan membangun kemitraan antara petani hutan rakyat, industri furnitur, pemerintah daerah, dan pendamping teknis melalui pengalaman lapangan Sustainable Forest Partnership Program (SFPP). Buku ini tidak menawarkan kisah sukses instan, melainkan rangkaian proses belajar yang bertahap dari inventarisasi hutan, penguatan kelembagaan kelompok tani, identifikasi kebutuhan lapangan, hingga fasilitasi legalitas melalui sertifikasi SVLK.

Berangkat dari kenyataan bahwa industri furnitur Indonesia sangat bergantung pada hutan rakyat, buku ini menempatkan kemitraan sebagai inti dari tanggung jawab sosial industri. CSR tidak dipahami sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai investasi sosial yang memperkuat kapasitas petani hutan sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku. Industri hilir tampil bukan sekadar sebagai pembeli kayu, tetapi sebagai mitra yang ikut menata fondasi pengelolaan hutan di tingkat tapak.

Melalui kisah di Desa Majaksingi, Borobudur, pembaca diajak melihat bagaimana kerja sama multipihak antara petani, industri, pemerintah desa, Cabang Dinas Kehutanan, penyuluh, dan fasilitator membentuk ruang belajar bersama. Buku ini menyoroti perubahan cara berpikir petani tentang data, pencatatan, dan kelembagaan, sekaligus menunjukkan tantangan nyata yang dihadapi dalam proses tersebut.

Isu global seperti EU Deforestation Regulation (EUDR) hadir sebagai latar yang memperkuat urgensi perubahan, namun tidak mendominasi cerita. Fokus utama tetap pada hubungan manusia, kepercayaan, dan tanggung jawab bersama terhadap hutan dan masa depan. Dengan gaya naratif-analitis yang jujur, buku ini juga membahas keterbatasan, kesalahan, dan tantangan replikasi sebagai bagian dari pembelajaran.

Buku ini ditujukan bagi petani hutan, pelaku industri kayu dan furnitur, pemerintah daerah, akademisi, pendamping lapangan, hingga siapa pun yang tertarik pada isu kemitraan dan keberlanjutan. Merawat Hulu, Menjaga Hilir menawarkan satu pesan sederhana namun penting: keberlanjutan tidak lahir dari satu aturan atau satu sertifikat, tetapi dari proses panjang membangun kemitraan yang setara antara manusia, alam, dan dunia usaha.

Informasi pemesanan: Darusman (08112504141)